Broken heart itu menyakitkan. Seperti berakhirnya nya kehidupan.
Sakit yang dirasa lebih menusuk kehati. Rasa kehilangan orang yang di sayang
begitu menjadi-jadi. Perjalanan waktu yang panjang berakhir sia-sia. Dia yang
terlebih dulu meninggalkan aku yang tidak cantik ini. Laki-laki mana yang mau
bertahan ? Ini luka yang tidak hanya sekali. Aku hafal fase peralihannya. Yang
paling sakit adalah fase awal dimana aku ditinggalkan. Aku kehilangan orang
yang menyayangiku, hilang sebuah sosok harapan untuk bahtera rumah tangga masa
depan. Sedih memang namun apa daya sedang dia telah pergi meninggalkan.
Setiap yang pergi harus menjalani masa yang panjang untuk berbalik lagi atau
tidak sama sekali, dan di fase itu, ada penantian dan pengharapan. Aku tidak tau, tamu siapa lagi yang menambat dihati ini. Setelah melepas kepergiannya, sekarang aku hilang kepercayaan pada yang
datang. Bahwa dapat dipastikan setiap yang datang akan pergi. Karena tidak ada
orang yang mampu bertahan denganku.
Aku lah sang ratu kesendirian. Usia telah membawaku pada puncak
kedewasaan, teman-temanku masih bertahan sejauh ini bersama pasangan mereka. Sedangkan
aku putus nyambung-putus nyambung dalam cinta.
Aku dilema dan khawatir dengan
masa depan jika aku belum menikah di usia yang sudah matang. Bertumpuk penyesalan
diusia muda dulu karena keegoisan ku. Tapi jika dipikir pikir, bukankah dia
yang dulu membuat hati ini patah, bukahkah dia yang duluan bersenang-senang
dengan perempuan baru yang lebih cantik. berbody, berharta. Ya, dia perempuan
itu lebih sempurna daripada aku. Itu sebab aku kalah !
Yang terakhir aku hanya
bisa berdoa semoga allah mengerti apa yang tersirat dihati ini. Keinginan hati
terhadap cinta dan persatuan keluarga adalah kekayaan terindah yang ada
didunia. Dapat sama-sama saling mengerti dan tidak pernah membuat luka lagi dan
lagi.
Hanya satu cinta yang abadi hanya kepada allah semata. Ada begitu banyak
manusia dengan permasalahan yang sama. Mengapa harus dipikirkan ? Aku yang
diciptakanya, harus kusyukuri adanya. Bahwa aku sudah seperti ini tampangnya.
Aku tidak mampu merubah parasku. Aku serahkan masalah ini kepada sang pemilik kecantikan, dia yang menciptakanku dan dia juga yang mengembalikanku ke alam
kematian lalu menghidupkanku lagi. Sesungguhnya al'quran itu benar bahwa dialah allah yang menciptakan manusia itu berpasang-pasangan. Tapi aku tetap bermohon
kepada rabb ku semoga jodohku adalah orang yang paling sabar dan tidak pernah meninggalkan ku lagipula wajahnya sejuk dipandang mata. Biar kita sama- sama berjuang. Membangun
bahtera rumah tangga dari awal.

Comments
Post a Comment