Ini bukan cerita tentang aku saja, tapi ini adalah cerita untuk semua yang hidup, yang tertawa dimuka bumi, yang menangis menghamba diri, dan yang menutup mata dengan kepalsuan. Semua sama tahu saja jika yang masih berproses itu di anggab remeh. Aku menatap pada remah-remah roti itu. Membuat personifikasi kepadanya bahwa manusia yang miskin akan tersisih oleh penilaian orang lain yang sudah berada di level 10. Mereka berasal dari keluarga yang berada, mereka memulai bisnis pun jalan nya halus tidak sesukar jalan berbatu tajam yang kutempuh. Dengan tertatih aku melanjutkan hidup. Tanpa support dari orangtua ku. Ayahku meninggal 2 tahun yang lalu, mendiang ayah masih hidup kami hidup berpindah-pindah meski ibu menginginkan rumah akan tetapi tidak pernah terwujud harapan itu karena kurangnya uang yang kami miliki. Aku hanya tahu caranya belajar, belajar, dan belajar untuk status akademik ku. Aku tidak tahu cara membantu kedua orangtua ku dengan uang. Sampai suatu hari aku melihat aya...
“Ini tidak salah mereka jika menilai ku seperti ini keadaannya. Semua Karena salahku, karena aku sering menunda waktu untuk makan, sering malas ber olahraga, sering disakiti hati lantaran cinta, kurang tidur” Dan alasan lain yang kamu lontarkan. Well, kamu menyalahkan dirimu sendiri ? Benar, semuanya salahmu di awal seandainya kebiasaan buruk itu tidak pernah kamu lakukan maka bisa jadi kamu menjadi wanita yang memiliki bentuk tubuh yang ideal. Bukankah itu yang kamu dambakan saat ini ? Didalam benakmu memiliki tubuh yang ideal akan mudah diterima didunia pekerjaan, akan tampil menawan dalam penampilan, dan akan mudah mendapatkan pujaan hati yang diatas rata-rata. Ketika berbalik 180̊ dari kenyataan kamu insecure dengan dirimu sendiri. Tapi begini sih keadaanku, hitam, jelek, keriting, kurus, miopi, jerawatan, pendek, ompong, bisa gak sih semua ini dirubah ? Ini yang sering kamu keluhkan, pendeskripsi-an diri yang kurang berkenan dihati semua kamu keluarkan kamu berbica...