Skip to main content

Ketika Sang Introvert Bergabung Dunia Luar



Aku benci menulis, sebab ide-ide yang ingin kutuliskan itu hilang karena terlalu dipikirkan. Semakin lama aku duduk berimajinasi, semakin tulisan itu bagai larut bersamaan dalam segelas kopi. yang menjadi saksi kerjaku dimeja itu. Nihil, manisnya ada, bagiku sendiri. Tapi kafien itu bagai ceritaku yang sulit tertuliskan dalam kata-kata. Hilang, buyar hanya dalam lamunan saja.

Sebenarnya aku ini penulis apa ?
Aku menarik nafas dalam, berusaha mengerti diriku lebih dalam lagi. Mungkin aku cocoknya menjadi seorang pemeran dalam teater ?. Masalah ekting kadang membuat semangatku melonjak. Aku juga kadang mengolah vocal suaraku dalam karakter tertentu. Berbicara sendiri dalam sunyi. Ya itu aku, mungkin bakatku bukan penulis, but iam be actor.

Imajinasiku perlahan terhenti karena otakku beralih kerja memikirkan bagaimana aku memulainya. Biasanya sebuah teater mempunyai sanggar, sanggar itulah tempat berlatih para pecinta seni. Dari junior hingga para senior. Aku masih tertantang untuk lebih tau lagi dimana sanggar itu berada ?
Instagram dengan kata kunci nama daerahku “ teater sampit” menampilkan hasil pencarian yang tepat. Ternyata dikotaku masih ada anak muda yang mencintai seni peran selain aku. Mereka mendirikan sanggar bernama “teater gambut”.


Semakin dalam aku mencari tau tentang teater gambut, perlahan pikiran negatif itu mematahkan ambisiku. Seperti bisikan halus yang mengatakan


            “ kamu tidak pantas ”
            “ itukan khusus kelompok mereka mungkin, para alumni SMAN 2 terus kamu siapa ?”
            “ ihhh aneh mau gabung, emang ini sekolah resmi ”
            “ gak kenal lah yaa, sorry bangettt ”
            “ pernah ikutan lomba teater gak sebelumnya ? klo gak hmm gimna ya ”

Aku menutup mataku dan menarik nafas dalam, mungkin aku hanya bagian remah-remahnya seni. Seniku sedikit, hanya aku saja yang terlalu membesar-besarkannya, mungkin. 



Sejak kecil aku piawai mencampurkan cat air lalu melukis, lukisan itu selalu diambil oleh teman-temanku untuk mereka simpan, ketika ada ajang lomba lukis, aku gagal.
Dari pelukis gagal, beralih ke penulis gagal, lalu ingin menjadi bagian seni peran ?, bisikan itu seakan murka kepadaku 

“kamu itu pemalu, seni peran sangat tidak mungkin untukmu. Terus menjadi pelukis, siapa yang mau membeli lukisanmu ? emang orang selalu berhati, mau ngeapresiasi lalu membeli lukisan yang biasa itu. Terus kamu mau menjadi penulis, dengan menulis cerita ini ? hey sadar, kamu itu siapa ?, karyamu diupload di website kumpulan para penulis, juga gak ada yang baca kok. karena kamu tidak sekolah sastra, kamu itu belum tau apa-apanya tentang kesastraan”.


   
Ia berontak kepada diriku sendiri, lebih menusuk kedalam fakta yang membuatku merasa begitu terhinanya menjadi seorang introvert. Setiap ingin bergabung dengan dunia luar selalu dihantui kegagalan dan sifat pemalu yang tidak bisa dihilangkan.
Aku harus mengurungkan lagi setiap detik impian yang terangkai. Membuat realistis dengan keadaan yang sesungguhannya. Bahwa aku tidak bisa menjadi penulis, pelukis, dan tokoh teater aku harus menjadi manusia normal yang berbabaur dengan dunia luar, memperluas jaringan pertemanan, dan bekerja yang pasti-pasti saja.

Begitulah dunia introvert. Jika sang introvert tidak bisa mewujudkan impiannya, mereka menjadi orang yang biasa-biasa saja, bahkan namanya tenggelam. Namun jika mereka berada di lingkungan yang tepat mereka akan menjadi orang yang maju secara kreatifitas dan dihargai banyak orang.
But introverts keep me from my dreams !!!





Comments

Popular posts from this blog

Cara Mengubah Format CDR Menjadi Format TIFF

Ketika kita selasai mendesain spanduk di Coreldraw maka spanduk itu akan kita cetak. Caranya salah satunya dengan mengubah format Cdr ke format Tiff.  Klik file pilih Export. Maka akan muncul kotak dialog sebelum Export disitu beri namanya misalkan“mendesain spanduk warung makan” lalu ubah formatnya menjadi PSD-Adobe Photoshop lalu klik Export. Lalu masukan ukuran spanduk 300 x 80 pada kotak yang saya beri lingkaran merah kemudian klik oke. Kemudian buka Adobe Photoshop dan tunggu hingga aplikasinya terbuka. Klik menu file lalu pilih open untuk membuka kembali hasil desainan Corel Draw yang formatnya telah diubah menjadi PSD sebelumnya. Tinggal klik file nya kemudian klik Open.       Jika file tersebut telah terbuka di Photoshop, maka klik menu Image kemudian pilih Image Size. Maka akan ta...

Body Shaming ( Salah Siapa ? )

  “Ini tidak salah mereka jika menilai ku seperti ini keadaannya. Semua Karena salahku, karena aku sering menunda waktu untuk makan, sering malas ber olahraga, sering disakiti hati lantaran cinta, kurang tidur” Dan alasan lain yang kamu lontarkan. Well, kamu menyalahkan dirimu sendiri ? Benar, semuanya salahmu di awal seandainya kebiasaan buruk itu tidak pernah kamu lakukan maka bisa jadi kamu menjadi wanita yang memiliki bentuk tubuh yang ideal. Bukankah itu yang kamu dambakan saat ini ? Didalam benakmu memiliki tubuh yang ideal akan mudah diterima didunia pekerjaan, akan tampil menawan dalam penampilan, dan akan mudah mendapatkan pujaan hati yang diatas rata-rata. Ketika berbalik 180̊ dari kenyataan kamu insecure dengan dirimu sendiri. Tapi begini sih keadaanku, hitam, jelek, keriting, kurus, miopi, jerawatan, pendek, ompong, bisa gak sih semua ini dirubah ? Ini yang sering kamu keluhkan, pendeskripsi-an diri yang kurang berkenan dihati semua kamu keluarkan kamu berbica...

IKHLAS MELEPAS DIA PERGI KE LAIN HATI

Broken heart itu menyakitkan. Seperti berakhirnya nya kehidupan. Sakit yang dirasa lebih menusuk kehati. Rasa kehilangan orang yang di sayang begitu menjadi-jadi. Perjalanan waktu yang panjang berakhir sia-sia. Dia yang terlebih dulu meninggalkan aku yang tidak cantik ini. Laki-laki mana yang mau bertahan ? Ini luka yang tidak hanya sekali. Aku hafal fase peralihannya. Yang paling sakit adalah fase awal dimana aku ditinggalkan. Aku kehilangan orang yang menyayangiku, hilang sebuah sosok harapan untuk bahtera rumah tangga masa depan. Sedih memang namun apa daya sedang dia telah pergi meninggalkan. Setiap yang pergi harus menjalani masa yang panjang untuk berbalik lagi atau tidak sama sekali, dan di fase itu, ada penantian dan pengharapan. Aku tidak tau, tamu siapa lagi yang menambat dihati ini. Setelah melepas kepergiannya,   sekarang aku hilang kepercayaan pada yang datang. Bahwa dapat dipastikan setiap yang datang akan pergi. Karena tidak ada orang yang mampu bertaha...