Skip to main content

REMAH REMAH ROTI

Ini bukan cerita tentang aku saja, tapi ini adalah cerita untuk semua yang hidup, yang tertawa dimuka bumi, yang menangis menghamba diri, dan yang menutup mata dengan kepalsuan. Semua sama tahu saja jika yang masih berproses itu di anggab remeh. 

Aku menatap pada remah-remah roti itu. Membuat personifikasi kepadanya bahwa manusia yang miskin akan tersisih oleh penilaian orang lain yang sudah berada di level 10. Mereka berasal dari keluarga yang berada, mereka memulai bisnis pun jalan nya halus tidak sesukar jalan berbatu tajam yang kutempuh.

Dengan tertatih aku melanjutkan hidup. Tanpa support dari orangtua ku. Ayahku meninggal 2 tahun yang lalu, mendiang ayah masih hidup kami hidup berpindah-pindah meski ibu menginginkan rumah akan tetapi tidak pernah terwujud harapan itu karena kurangnya uang yang kami miliki.

Aku hanya tahu caranya belajar, belajar, dan belajar untuk status akademik ku. Aku tidak tahu cara membantu kedua orangtua ku dengan uang. Sampai suatu hari aku melihat ayah bahagia mendapatkan uang pemberian dari keponakanku. 

Aku merasa sedih. Ketika orangtua ku sendiri hidup dalam kesusahan, aku merasa hidupku gagal, ibu ku setiap hari membandingkan aku dengan anak oranglain yang lebih sukses, gajinya besar, sudah bisa membeli rumah.

Akhirnya aku mengambil beasiswa penuh untuk kuliah. Sembari kuliah aku juga membuat usaha percetakan kecil-kecilan. Bagai ada secercah harapan untuk masa depan yang sedikit cerah, ayahku pun meninggal.

Sekarang cahaya itu ibarat mengelabu didalam sukmaku. Ada kegagalan yang tidak sempat terbahasakan. Namun hidup tetap harus dilanjutkan. Hidup bersama ibuku tidak sebijak hidup dibawah lindungan ayah. Kami mulai dikucilkan, dipandang sebelah mata itu hal sudah pasti. 

Tanpa rumah, kami hidup di barak gratis punya adik tiri ayah. Bagiku ini lingkaran neraka dalam tumbuh kembang cita-cita ku. Sebab ibuku selalu mengemis untuk diberi orang lain uang. Sebagai anak pertama aku tidak tahan melihat ibu ku seperti ini.

Ingin aku bekerja dengan penghasilan yang lebih besar. Tetapi aturan kuliah melarang anak KIP bekerja. Jadi aku harus bekerja pada usaha yang aku buat sendiri. Usaha ini sempat ku angkat pada kegiatan MBKM ku dikampus.

Dosen pembimbingku juga tahu laporan keuangan ku. Tetapi dimana harapan disitulah sumber kekecewakan. Hibah 10 Jt dari kampus untuk wirausaha itu tidak pernah aku ketahui. Dan seandainya aku diberi uang itu, aku tidak akan menerimanya setelah mengetahui cerita ini.

Sebagai usaha yang aku bangun sendiri, dari 0 kehidupanku, takan kubiarkan sumbangsih oranglain masuk membantu. Biarlah air mata mengucur dalam kemiskinan takan kubiarkan dunia tahu tangisanku.

Aku bisa, aku mampu, walaupun kamu tidak menyukai ku. Karena aku hanyalah remah-remah roti yang tersisih. 


Karya : Nurani Aisiyah Tanjung


Comments

Popular posts from this blog

Cara Mengubah Format CDR Menjadi Format TIFF

Ketika kita selasai mendesain spanduk di Coreldraw maka spanduk itu akan kita cetak. Caranya salah satunya dengan mengubah format Cdr ke format Tiff.  Klik file pilih Export. Maka akan muncul kotak dialog sebelum Export disitu beri namanya misalkan“mendesain spanduk warung makan” lalu ubah formatnya menjadi PSD-Adobe Photoshop lalu klik Export. Lalu masukan ukuran spanduk 300 x 80 pada kotak yang saya beri lingkaran merah kemudian klik oke. Kemudian buka Adobe Photoshop dan tunggu hingga aplikasinya terbuka. Klik menu file lalu pilih open untuk membuka kembali hasil desainan Corel Draw yang formatnya telah diubah menjadi PSD sebelumnya. Tinggal klik file nya kemudian klik Open.       Jika file tersebut telah terbuka di Photoshop, maka klik menu Image kemudian pilih Image Size. Maka akan ta...

Body Shaming ( Salah Siapa ? )

  “Ini tidak salah mereka jika menilai ku seperti ini keadaannya. Semua Karena salahku, karena aku sering menunda waktu untuk makan, sering malas ber olahraga, sering disakiti hati lantaran cinta, kurang tidur” Dan alasan lain yang kamu lontarkan. Well, kamu menyalahkan dirimu sendiri ? Benar, semuanya salahmu di awal seandainya kebiasaan buruk itu tidak pernah kamu lakukan maka bisa jadi kamu menjadi wanita yang memiliki bentuk tubuh yang ideal. Bukankah itu yang kamu dambakan saat ini ? Didalam benakmu memiliki tubuh yang ideal akan mudah diterima didunia pekerjaan, akan tampil menawan dalam penampilan, dan akan mudah mendapatkan pujaan hati yang diatas rata-rata. Ketika berbalik 180̊ dari kenyataan kamu insecure dengan dirimu sendiri. Tapi begini sih keadaanku, hitam, jelek, keriting, kurus, miopi, jerawatan, pendek, ompong, bisa gak sih semua ini dirubah ? Ini yang sering kamu keluhkan, pendeskripsi-an diri yang kurang berkenan dihati semua kamu keluarkan kamu berbica...

IKHLAS MELEPAS DIA PERGI KE LAIN HATI

Broken heart itu menyakitkan. Seperti berakhirnya nya kehidupan. Sakit yang dirasa lebih menusuk kehati. Rasa kehilangan orang yang di sayang begitu menjadi-jadi. Perjalanan waktu yang panjang berakhir sia-sia. Dia yang terlebih dulu meninggalkan aku yang tidak cantik ini. Laki-laki mana yang mau bertahan ? Ini luka yang tidak hanya sekali. Aku hafal fase peralihannya. Yang paling sakit adalah fase awal dimana aku ditinggalkan. Aku kehilangan orang yang menyayangiku, hilang sebuah sosok harapan untuk bahtera rumah tangga masa depan. Sedih memang namun apa daya sedang dia telah pergi meninggalkan. Setiap yang pergi harus menjalani masa yang panjang untuk berbalik lagi atau tidak sama sekali, dan di fase itu, ada penantian dan pengharapan. Aku tidak tau, tamu siapa lagi yang menambat dihati ini. Setelah melepas kepergiannya,   sekarang aku hilang kepercayaan pada yang datang. Bahwa dapat dipastikan setiap yang datang akan pergi. Karena tidak ada orang yang mampu bertaha...