Skip to main content

Penjara Polres Kotim (Nasip Dibalik Jeruji Besi)




Masuk pintu gerbang pertama, Riska bertanya pada polisi yang sedang melotot menatap kami. Tatapannya seakan penuh curiga. “Hendak menjenguk siapa ?”  Tanya polisi itu. “Dodit setiawan pak” jawab Riska. “Atas nama siapa ?” polisi itu balik bertanya. “Atas nama Dodit Setiawan pak” jawab Riska mengulang. “Iya atas nama siapa ?” polisi itu menegaskan suaranya. Aku mengalih pandang, suara mereka menjadi terdengar samar, lalu Riska menepuk belakang ku kamipun menuju tempat dimana Dodit ditahan.

Langkah pertama ketika aku memasuki ruangan itu, senyap dan agak gelap dalam ruangan yang panjang. Searah dengan jalan itu terlihat para tahanan duduk tersungkur didalam jerusi besi. Mereka banyak sekali dengan kepala botak semua. Riska melangkah cepat pada ruang temu tahanan, tapi polisi berteriak dari kejauhan “ambil nomor antrian dulu”  langkahku serasa tertekan, hatiku semakin tak keruan , lalu Riska berbalik arah mengambil nomor antrian. Kami dapat nomor antrian 02. Hari itu pengunjung tidak banyak hanya 3 atau 4 orang. Lalu tak lama nomor antrian kami dipanggil, Riska dengan cepat menuju ke ruang temu tahanan. Menandatangani jurnal yang diserahkan polisi kepadanya. Disitu terlihat jelas wajah-wajah tahanan yang menatap kami tak henti-hentinya, penuh harapan dengan apa yang kami bawa. Padahal yang kami sungguhkan kepada Dodit hanya sebungkus nasi ayam geprek.

Aku sedikit takut dengan tatapan mereka yang tajam kepada kami, karena mereka para tahanan dengan beragam kasus kejahatan, untung saja dua polisi itu memecahkan suasana takut dengan candaannya, sebagian para tahanan ikut tertawa tetapi sebagian yang lain hanya diam seakan meredam dalam frustasi.

Tak seberapa lama pula, setelah Riska berbincang dengan Dodit kamipun pulang. Padahal waktu kunjung masih lebih beberapa menit. Biarkan saja, tamu yang lain masuk untuk cerita yang lebih panjang mereka dengan keluarganya, tapi pesan Dodit kepada Riska agar menyampaikan kepada orangtua nya untuk membawakan baju-bajunya, jika orangtuanya berkunjung dilain waktu.

Kami pun pulang, keluar dari ruang panjang yang agak gelap, seakan menemukan titik terang dan inspirasi baru untuk menulis ini semua. Bahwa kalian jangan sampai terkurung di dalamnya karena kesalahan hukum, jadilah generasi yang menghidupkan negara, dengan berjuta prestasi. 

Comments

Popular posts from this blog

Cara Mengubah Format CDR Menjadi Format TIFF

Ketika kita selasai mendesain spanduk di Coreldraw maka spanduk itu akan kita cetak. Caranya salah satunya dengan mengubah format Cdr ke format Tiff.  Klik file pilih Export. Maka akan muncul kotak dialog sebelum Export disitu beri namanya misalkan“mendesain spanduk warung makan” lalu ubah formatnya menjadi PSD-Adobe Photoshop lalu klik Export. Lalu masukan ukuran spanduk 300 x 80 pada kotak yang saya beri lingkaran merah kemudian klik oke. Kemudian buka Adobe Photoshop dan tunggu hingga aplikasinya terbuka. Klik menu file lalu pilih open untuk membuka kembali hasil desainan Corel Draw yang formatnya telah diubah menjadi PSD sebelumnya. Tinggal klik file nya kemudian klik Open.       Jika file tersebut telah terbuka di Photoshop, maka klik menu Image kemudian pilih Image Size. Maka akan ta...

Body Shaming ( Salah Siapa ? )

  “Ini tidak salah mereka jika menilai ku seperti ini keadaannya. Semua Karena salahku, karena aku sering menunda waktu untuk makan, sering malas ber olahraga, sering disakiti hati lantaran cinta, kurang tidur” Dan alasan lain yang kamu lontarkan. Well, kamu menyalahkan dirimu sendiri ? Benar, semuanya salahmu di awal seandainya kebiasaan buruk itu tidak pernah kamu lakukan maka bisa jadi kamu menjadi wanita yang memiliki bentuk tubuh yang ideal. Bukankah itu yang kamu dambakan saat ini ? Didalam benakmu memiliki tubuh yang ideal akan mudah diterima didunia pekerjaan, akan tampil menawan dalam penampilan, dan akan mudah mendapatkan pujaan hati yang diatas rata-rata. Ketika berbalik 180̊ dari kenyataan kamu insecure dengan dirimu sendiri. Tapi begini sih keadaanku, hitam, jelek, keriting, kurus, miopi, jerawatan, pendek, ompong, bisa gak sih semua ini dirubah ? Ini yang sering kamu keluhkan, pendeskripsi-an diri yang kurang berkenan dihati semua kamu keluarkan kamu berbica...

IKHLAS MELEPAS DIA PERGI KE LAIN HATI

Broken heart itu menyakitkan. Seperti berakhirnya nya kehidupan. Sakit yang dirasa lebih menusuk kehati. Rasa kehilangan orang yang di sayang begitu menjadi-jadi. Perjalanan waktu yang panjang berakhir sia-sia. Dia yang terlebih dulu meninggalkan aku yang tidak cantik ini. Laki-laki mana yang mau bertahan ? Ini luka yang tidak hanya sekali. Aku hafal fase peralihannya. Yang paling sakit adalah fase awal dimana aku ditinggalkan. Aku kehilangan orang yang menyayangiku, hilang sebuah sosok harapan untuk bahtera rumah tangga masa depan. Sedih memang namun apa daya sedang dia telah pergi meninggalkan. Setiap yang pergi harus menjalani masa yang panjang untuk berbalik lagi atau tidak sama sekali, dan di fase itu, ada penantian dan pengharapan. Aku tidak tau, tamu siapa lagi yang menambat dihati ini. Setelah melepas kepergiannya,   sekarang aku hilang kepercayaan pada yang datang. Bahwa dapat dipastikan setiap yang datang akan pergi. Karena tidak ada orang yang mampu bertaha...